Sukmawati Sukarno, melalui bukunya yang berjudul”Creeping Coup d’Etat Mayjen Suharto” mencatat kesaksian pada apa yang terjadi dengan Pemimpin Besar Revolusi Bung Karno sesaat setelah terjadinya tragedi terkelam dalam sejarah bangsa Indonesia, G 30 S. Kegundahannya terhadap pencarian kebenaran membuatnya menuliskan buku ini, yang sebagian besar menceritakan tentang penderitaan yang harus dihadapi oleh Bung Karno sejak tahun 1965 hingga menjelang akhir hayatnya. Buku ini memberikan informasi kepada para pembacanya tentang segala sesuatu hal yang berkaitan dengan masa lampau.
Di dalam buku ini menceritakan semua yang terjadi di masa lampau terutama tentang penderitaan Bung Karno sejak tahun 1965. Buku ini juga memuat tentang hari-hari yang mencekam pada bulan Oktober 1965, yang dimana pada saat itu para jendral-jendral di culik dan di temukan telah membusuk di sebuah sumur tua yang terletak di lubang buaya. Salah satu jendral tersebuts adalah Ahmad Yani. Ketika itu keadaan politik terus-menerus semakin memaras untuk meredam susana itu presiden menerbitkan Super Semar II kepada letjen Suharto. Pada tanggal 17 Agustus 1966 bangsa Indonesia merayakan hari kemerdekaan yang diawali dengan pidato kenegaraan oleh presiden Sukarno.
Pada bulan Maret 1967 setelah pidato usai, presiden Sukarno menyerahkan jabatannya kepada letjen Suharto,lalu letjen Suharto dilantik menjadi presiden RI oleh ketua MPRS jendral A. H. Nasution pada tanggal 12 Maret 1967,setelah Suharto mendapatkan gelarnya sebagai presiden RI,Suharto meminta Sukarno beserta keluarganya untuk meninggalkan Istana Merdeka. Setelah Sukarno pergi meninggalkan Istana Merdeka,Sukarno memutuskan untuk tinggal di Jakarta. Keadaan Sukarno semenjak tinggal di Jakarta semakin memburuk. Pada tanggal 21 Juni 1970 Penyambung Lidah Rakyat Indonesia telah tiada, jenazah Suharto dimakamkan di rumah duka Wisma Yaso.
Buku ini memiliki kelebihan antara lain,cover yang sangat menarik membuat para pembaca merasa ingin mengetahui buku tersebut, isi buku ini memberikan segudang informasi yang mengupas tuntas tentang apa yang terjadi pada masa lampau di zaman kepemimpinan Sukarno. Bahasa yang di gunakan buku ini mudah dimengerti. Selain kelebihan-kelebihan yang ada,buku ini juga memiliki kekurangan yaitu,kertas yang ada di dalam buku ini sangat tipis dan mudah sobek,warna gambar yang kurang menarik.
Kehadiran buku ini sangat layak untuk di apresiasikan kepada masyarakat Indonesia, agar bangsa Indonesia mengetahui bagaimana kejadian di masa lampau terutama pada masa kepemimpinan Sukarno. Dan buku ini juga sangat baik dan bagus untuk menambah wawasan ilmu pengetahuan kita.
0 komentar:
Posting Komentar